Tampilkan postingan dengan label Tutorial Photoshop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial Photoshop. Tampilkan semua postingan
The Best of Digital Wedding Photography Ebooks Free Download
This guide to digital wedding photography menawarkan segalanya seorang fotografer pernikahan harus mengambil keuntungan penuh dari teknologi digital. Aspek penting dari fotografi digital diperiksa, dari gambar menangkap untuk menciptakan album-pernikahan fotografer sumber terbesar dari pendapatan. Menampilkan 200 contoh fotografi digital profesional, buku ini mengambil melihat rinci banyak masalah digital umum dan menyediakan teknik untuk memperbaiki mereka dengan Adobe Photoshop.
Review :
Fotografi digital telah secara dramatis mengubah dunia fotografi, bukan hanya gambar pernikahan tetapi fotografi semua. Namun, karena buku ini menunjukkan, semakin banyak perubahan dunia, semakin tetap sama.Ini masih sampai dengan fotografer untuk menemukan instan yang tepat untuk mengklik tombol pada kamera. Buku ini adalah kumpulan dari sekitar dua ratus foto pernikahan dari seluruh dunia. Ini menunjukkan bagaimana fotografer pernikahan terbaik dari seluruh dunia menghasilkan album pernikahan yang menyenangkan pelanggan mereka, yang pada gilirannya merekomendasikan mereka untuk pernikahan lainnya.
Selain mengambil gambar, buku ini menunjukkan hasil dari menggunakan Adobe Photoshop untuk meningkatkan gambar. Ini bukan buku tentang Photoshop, itu tidak mengatakan bagaimana melakukan ini, itu hanya menunjukkan banyak gambar yang telah Photoshopped untuk menghasilkan gambar yang lebih baik daripada apa yang kamera lihat.
Ebook Detail :
Title : The Best of Digital Wedding PhotographyPaperback: 128 pages
Publisher: Amherst Media, Inc. (November 1, 2004)
Language: English
ISBN-10: 1584281456
Free Download : Mediafire
File Size : 5 MB
Pasword : paceko
Introduction to Vray 3Ds Max Vray
Selamat datang Pengantar V-Ray (untuk 3ds Max) - Parisienne Apartemen eBook tutorial seri yang akan mencakup semua parameter utama V-Ray: global pencahayaan, material, pencahayaan dan banyak lagi. Kita akan melihat secara mendalam pada setiap setting - cara kerjanya, apa dampak itu - dan kami juga akan mengambil mengintip di beberapa fitur khusus yang V-Ray yang ditawarkan. Jika Anda pernah punya keraguan tentang bagaimana masuk ke V-Ray, atau Anda hanya ingin tahu sedikit lebih banyak tentang bagian tertentu dari perangkat lunak, seri ini e-book adalah untuk Anda!
Isi pengenalan vray 3ds max vray:
- Bab 1 - V-Ray di Global Illumination
- Bab 2 - V-Ray Material + Textures
- Bab 3 - V-Ray Pengaturan
- Bab 4 - V-Ray Lights
- Bab 5 - V-Ray Plugin
Review :
Untuk seseorang yang belum digunakan V-ray sebelumnya, saya menemukan tutorial ini menjadi sangat informatif dan saya belajar cukup untuk memulai dan meningkatkan merender saya. Apakah aku telah senang untuk memiliki informasi lebih lanjut? Tentu, tapi untuk harga saya pikir bahwa saya mendapat nilai uang saya.Saya membeli ini berpikir saya mendapatkan tutorial rinci tentang adegan tertentu dan memberikan kita informasi yang sama bisa Anda dapatkan dari file bantuan Vray. Detil penjelasan dari setiap pengaturan lain di jendela render.
Ebook Detail :
Title : Introduction to Vray 3Ds Max VrayPublisher : 3DTotal.com Ltd
Original scene: Viktor Fretyan
Tutorial by: Erric Ennis
Platform: 3dsmax + V ray
Size: 29.0 MB
Pages: 44
Download : Click Here
Cara Auto Batch pada Photoshop
Pernahkah anda mendapat tugas untuk mengedit beberapa image dengan efek yang sama berulang-ulang? Contoh yang paling mudah atau sering ditemui adalah meresize beberapa image item suatu photo gallery agar sesuai dengan layout yang telah disediakan di website.
Pada tutorial photoshop ini saya ingin me-resize kumpulan image raw sebuah image untuk photo gallery dalam suatu folder.
Langkah 1 – Persiapkan Actions
Buka 1 file gambar yang akan di edit terlebih dahulu. Persiapkan Actions (Alt+F9) untuk membuat guideline
Pilih Create New Set , kemudian pilih Create New Actions, dan beri nama pada kolom actions (contoh : MyResize). Pilih Begin Recording dan kegiatan edit pun siap di rekam.
Langkah 2 - Edit Gambar sebagai Guideline
Contoh simple yang akan saya tunjukkan sebagai guideline adalah :
1. Mengubah gambar ke ukuran 191×191 pixel
2. Menyimpan optimasi ke web dan menyimpannya pada suatu folder yang telah ditentukan
3. Menutup file raw dan tidak menyimpannya
4. Stop Recording (pada Actions) , maka hasil yang didapat adalah sebagai berikut :
Langkah 3 – Auto Batch File Raw
1. Pilih File – Automate – Batch
2. Set Actions yang akan digunakan, dan pilih folder gambar yang akan di edit otomatis
3. Tunggu sampai proses auto batch me-resize gambar-gambar yang ada dalam source folder. Dan perhatikan apa yang terjadi.
4. Folder hasil auto batch akan berada pada tempat anda mensetting pada Langkah 2.2.
Selamat menikmati…
Tip Bekerja Lebih Efisien Dengan Photoshop
Berikut ini adalah tip untuk bekerja dengan adobe photoshop secara cepat dan efisien.
1. Kecilkan ukuran file anda.
Besar file sebaiknya anda sesuaikan dengan kebutuhan.2. Bersihkan data-data RAM anda.
Pada saat bekerja anda akan selalu melakukan beberapa perintah cut, copy dan lainnya yang akan memenuhi memori RAM anda. Untuk menghilangkan semua perintah atau data yang ada pada memori, klik menu edit -> purge, dan kemudian pilih salah satu item di bawah ini:- Undo : Membersihkan RAM dari perintah yang terakhir.
- Clipboard : Menghilangkan semua objek data yang anda salin atau potong ke clipboard.
- History : Menghapus semua perintah yang ada pada daftar histori pada history palet.
3. Matikan preview pada palet anda.
Palet preview sebagai thumbnail di dalam layer, Channel dan path akan menambah memori dan akan mengurangi kinerja dari Photoshop. Apabila memang anda butuhkan, maka pilihlah ukuran thumbnail yang paling kecil.
4. Matikan preview pada file.
Pada saat anda membuka file, thumbnail akan menampilkan gambar preview. Hal ini akan memperlambat kinerja photoshop. Anda bisa mengikuti langkah berikut:
- Klik menu -> edit -> Preference -> File Handling...
- Pada image preview pilihlah never save atau ask when saving.
5. Gunakan selalu shortcut.
Shortcut ini akan terlihat pada sisi kanan setiap menu.
6. Simpan seleksi di dalam channel.
Apabila anda memiliki seleksi yang sangat kompleks dan rumit, anda dapat menyimpan seleksi tersebut di dalam channel, sehingga anda dapat meload kembali seleksi tersebut tanpa melakukan seleksi kembali.
7. Simpan seleksi yang komplek ke dalam mode greyscale.
Mode greyscale akan memiliki waktu proses yang lebih sedikit di dalam hal pembacaan data, sehingga akan mempercepat load objek ke dalam memori yang kemudian akan tampil.
8. Kurangi jumlah state history.
Lihatlah selalu jumlah state history yang akan anda tampilkan pada palet history. Anda dapat mengisikan jumlah minimum history yang akan anda tampilkan sehingga mengurangi penempatan history pada memori RAM.
9. Atur setting image cache.
Adobe photoshop menggunakan teknologi image caching untuk membantu menampilkan kembali gambar yang mempunyai resolusi yang tinggi. Photoshop akan menggunakan resolusi yang rendah saat anda melakukan perintah-perintah dasar. Setelah perintah itu anda setujui, maka gambar akan kembali ke dalam resolusi tinggi. Caranya:
- klik edit -> preferences -> Memory and image cache...
- Cache level yang disediakan adalah dari 1 hingga 8. Nilai yang semakin tinggi akan menghasilkan penggambaran kembali objek yang lebih cepat, akan tetapi membutuhkan lebih besar RAM dan space hardisk anda,
Menambah Efek Pantulan Pada Kacamata dengan Photoshop
Efek pantulan pada kacamata adalah salah satu trik photoshop yang sangat umum dan sering digunakan pada tutorial photoshop. Berikut ini adalah salah satu cara yang bisa anda pakai untuk membuat efek tersebut. Pada tutorial ini saya menggunakan program adobe photoshop CS2 (dan bisa dipakai pada versi photoshop yang lain).
Sebelum memulai, berikut ini adalah beberapa gambar yang saya pakai untuk tutorial photoshop kali ini:
Baiklah, untuk membuatnya anda bisa mengikuti langkah-langkah pengerjaannya di bawah ini:
Langkah 1:
- Seleksi pada salah satu kaca, disini saya akan memilih yang sebelah kanan terlebih dahulu. (anda bisa menggunakan Lasso tool, Pen tool, atau yang lain terserah anda).
Langkah 2:
- Buat layer baru di atas layer background dan beri nama 'lensa kanan'.
Langkah 3:
- Pada layer lensa kanan anda isi dengan warna hitam, ( tekan D pada keyboard untuk membuat warna foreground hitam dan tekan Alt + backspace untuk mengisi layer terpilih dengan warna hitam).
Langkah 4:
- Buat layer baru dan anda isi dengan gambar kedua. Beri nama layer tersebut dengan nama 'pantulan kanan'.
Langkah 5:
- Pilih layer 'pantulan kanan', kemudian buat clipping mask, dengan cara: Pilih menu Layer -> Create clipping mask (atau dengan menekan tombol Ctrl + Alt + G). Maka gambar akan masuk ke dalam layer di bawahnya.
Langkah 6:
- Atur posisi dan ukuran gambar pada layer 'pantulan kanan' agar sesuai dengan keinginan anda.
Langkah 7:
- Tambahkan layer style 'inner shadow' pada layer 'lensa kanan'.
Langkah 8:
- Terapkan filter 'Spherize' pada layer 'pantulan kanan'.
Langkah 9:
- Duplikat layer 'pantulan kanan' dengan cara tekan tombol Ctrl + J. Kemudian beri nama layer tersebut dengan 'multiply'.
- Terapkan clipping mask pada layer tersebut dan atur mode blending layernya menjadi 'multiply'.
- Pilih layer 'pantulan kanan' kemudian set opacity layer menjadi 80%.
Langkah 10:
- Seleksi lensa kanan, kemudian buat layer baru dan diberi nama 'highlight'.
- Pilih gradient tool atur gradient dari putih ke transparan.
- Lalu sapukan pada sudut atas dari kacamata.
Langkah 11:
- Lakukan langkah 1 sampai dengan langkah 10 dan terapkan pada kaca yang satunya lagi.
Semoga tutorial photoshop ini bisa menambah perbendaharaan trik photoshop anda..
Sebelum memulai, berikut ini adalah beberapa gambar yang saya pakai untuk tutorial photoshop kali ini:
![]() |
| Model yang akan kita edit |
![]() |
| Gambar yang akan digunakan sebagai bayangan |
![]() |
| Hasil Akhir |
Langkah 1:
- Seleksi pada salah satu kaca, disini saya akan memilih yang sebelah kanan terlebih dahulu. (anda bisa menggunakan Lasso tool, Pen tool, atau yang lain terserah anda).
![]() |
| Seleksi kaca sebelah kanan |
Langkah 2:
- Buat layer baru di atas layer background dan beri nama 'lensa kanan'.
![]() |
| Layer lensa kanan |
- Pada layer lensa kanan anda isi dengan warna hitam, ( tekan D pada keyboard untuk membuat warna foreground hitam dan tekan Alt + backspace untuk mengisi layer terpilih dengan warna hitam).
![]() |
| Beri warna hitam pada layer lensa kanan |
- Buat layer baru dan anda isi dengan gambar kedua. Beri nama layer tersebut dengan nama 'pantulan kanan'.
![]() |
| Drag gambar pantulan pada area kerja |
- Pilih layer 'pantulan kanan', kemudian buat clipping mask, dengan cara: Pilih menu Layer -> Create clipping mask (atau dengan menekan tombol Ctrl + Alt + G). Maka gambar akan masuk ke dalam layer di bawahnya.
![]() |
| Clipping mask pada pantulan kanan |
Langkah 6:
- Atur posisi dan ukuran gambar pada layer 'pantulan kanan' agar sesuai dengan keinginan anda.
Langkah 7:
- Tambahkan layer style 'inner shadow' pada layer 'lensa kanan'.
![]() |
| Blending inner shadow pada lensa kanan |
Langkah 8:
- Terapkan filter 'Spherize' pada layer 'pantulan kanan'.
![]() |
| filter spherize |
![]() |
| Setting filter spherize |
- Duplikat layer 'pantulan kanan' dengan cara tekan tombol Ctrl + J. Kemudian beri nama layer tersebut dengan 'multiply'.
- Terapkan clipping mask pada layer tersebut dan atur mode blending layernya menjadi 'multiply'.
![]() |
| Layer multiply |
![]() |
| Atur opacity layer pantulan kanan |
- Seleksi lensa kanan, kemudian buat layer baru dan diberi nama 'highlight'.
- Pilih gradient tool atur gradient dari putih ke transparan.
- Lalu sapukan pada sudut atas dari kacamata.
![]() |
| Layer highlight |
![]() |
| Drag gradien dari atas ke bawah |
![]() |
| finish untuk kaca sebelah kanan |
- Lakukan langkah 1 sampai dengan langkah 10 dan terapkan pada kaca yang satunya lagi.
![]() |
| Hasil Akhir |
Semoga tutorial photoshop ini bisa menambah perbendaharaan trik photoshop anda..
Membuat Foto Menjadi Kartun Dengan Photoshop
Dalam tutorial ini saya akan menjelaskan cara membuat foto anda menjadi gambar kartun dengan menggunakan photoshop. Tutorial ini memakai Adobe Photoshop CS2, tapi saya rasa langkah-langkah yang akan dijelaskan dalam tutorial ini bisa diaplikasikan pada photoshop versi-versi lainnya. Untuk membuat foto menjadi kartun dengan photoshop bisa dikerjakan dengan beragam teknik, salah satunya adalah teknik berikut ini:
Langkah 1:
a. Buka foto yang akan anda edit di Adobe Photoshop. Dalam memilih foto yang akan anda jadikan kartun, sebaiknya pilih foto yang tajam (fokus) dan detil wajahnya terlihat dengan jelas. Foto yang buram, agak kabur, atau yang cenderung gelap, bukanlah pilihan yang bagus. Semakin besar resolusi foto maka akan semakin baik hasilnya.
b. Duplikat layer tsb. Ubahlah nama layer baru tsb menjadi 'asli'. Layer 'asli' bisa anda pakai untuk 'menyimpan' foto aslinya, agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan maka gambar aslinya masih ada.
c. Kuncilah layer ini (klik tombol 'lock all' ), dan matikan visibility-nya.
d. Buatlah layer baru. Ubah namanya menjadi 'background'. Anda akan memakai layer ini sebagai warna latar belakang untuk foto kartun anda. Isilah layer ini dengan warna oranye menggunakan tool Paint Bucket dan letakkan pada posisi paling bawah.
e. Ubah garis-garis outline menjadi garis hitam solid.
Klik menu: Image -> Adjustments -> Threshold...
Geserlah slider ke kanan dan kiri, sambil dilihat previewnya, sampai preview yang tampil terlihat paling bagus (outline terlihat detil akan tetapi tidak kotor penuh bercak).
Klik tombol OK.
Langkah 4:
Langkah selanjutnya adalah mewarnai badan.
a. Pilih / aktifkan layer 'outline'. Kemudian tekan Ctrl-J untuk menduplikasi layer . Ubahlah nama layer menjadi 'white'.
b. Selanjutnya kita ubah warna layer ini menjadi putih.
Pilih menu: Image :: Adjustments :: Brightnness/Contrast...
Geser slider 'Brightness' hingga mentok kanan (+100) dan slider 'Contrast' hingga mentok kiri (-100).
Klik OK.
Anda akan mendapatkan hasil seperti ini:
c. Pindahkan posisi layer 'white' ke bawah layer 'outline'.
d. Ubah blending mode layer 'outline' menjadi 'Multiply'.
e. Tekan tombol 'd' untuk mengembalikan warna foreground dan background ke default (hitam untuk foreground, dan putih untuk background)
f. Pilih / aktifkan layer 'white' pada Layers Palette.
g. Klik 'Create new fill or adjustment layer' pada bagian bawah Layers Palette. Pada menu popup yang muncul, pilih 'Solid Color...'. Selanjutnya akan muncul kotak dialog 'Color Picker'.
Pada 'Color Picker', pilihlah warna coklat krem (#FAD594). Warna ini akan anda jadikan sebagai warna kulit.
Klik OK
h. Hasilnya seperti ini.
i. Pilih tool 'Paint Bucket Tool' . Klik pada kanvas untuk mengisi layer mask dengan warna hitam.
j. Ubahlah nama layer menjadi 'skin'.
Hasilnya akan seperti ini.
k. Buatlah clipping mask antara layer 'skin' dengan layer 'white'. Tekan Ctrl + alt + G dalam keadaan layer 'skin' sedang aktif / terpilih.
l. Pada 'Layers Palette', klik layer 'outline' sambil menekan tombol Ctrl. Cara ini akan menyeleksi foto anda.
m. Tekan tombol 'x' untuk menukar warna foreground dengan warna background.
n. Pilih tool 'Paint Bucket' , klik pada bagian dalam seleksi di kanvas untuk mengisinya dengan warna putih.
o. Tekan Ctrl + D untuk membatalkan seleksi.
Langkah 5:
Memberikan Shading
Suatu gambar yang 'datar' tidak akan terlihat menarik. Anda bisa memberikan shading pada gambar anda supaya memberikan kesan kedalaman (3 dimensi), caranya:
a. Duplikat layer 'Layer 0', beri nama 'Layer 0 copy', lalu pindahkan layer ini ke atas layer 'outline'.
b. Kaburkan (blur) sedikit layer ini.
Pilih menu: Filter -> Blur -> Gaussian Blur...
Set radius efek blurring ke 4 pixels. Klik Ok
c. Pilih menu: Filter -> Artistic -> Cotout...
Set 'Edge Simplicity' ke 2.
Set 'Edge Fidelity' ke 1.
Klik OK pada kotak dialog Cutout.
d. Ubahlah nama layer 'Layer 0 copy' menjadi 'shade'.
e. Pilih menu: Image -> Adjustments -> Threshold...
Klik tombol OK jika Anda sudah puas dengan hasilnya.
f. Pilih tool 'Magic Wand Tool' pada 'Tools Palette'.
g. Klik pada area berwarna putih pada kanvas.
h. Tekan tombol Delete (pada keyboard) untuk menghapus bagian berwarna putih pada layer 'shade'.
i. Tekan tombol Ctrl + D untuk menghilangkan seleksi.
j. Ubahlah blending mode layer 'shade' menjadi 'Soft Light'.
Ubah opacity menjadi 40%.
Nah, kita sudah selesai dengan shade-nya. Mari kita lanjutkan dengan tint-nya.
Langkah-langkah pembuatan tint pada prinsipnya sama dengan cara pembuatan shade.
k. Pilih / aktifkan layer 'tint'.
l. Pilih menu: Image -> Adjustments -> Threshold...
Geserlah slider ke kiri dan kanan. Bereksperimenlah dengan slider ini sambil terus memperhatikan preview hasilnya.
Klik tombol OK jika Anda sudah puas dengan hasilnya.
m. Pilih tool 'Magic Wand Tool' pada 'Tools Palette'.
n. Klik pada area berwarna hitam pada kanvas.
o. Tekan tombol Delete (pada keyboard) untuk menghapus bagian berwarna hitam pada layer 'tint'.
p. Tekan tombol Ctrl + D untuk menghilangkan seleksi.
q. Ubahlah blending mode layer 'tint' menjadi 'Soft Light'. Ubah opacity menjadi 60% (bereksperimenlah dengan nilai opacity ini sampai Anda mendapatkan hasil yang pas).
Langkah 1:
a. Buka foto yang akan anda edit di Adobe Photoshop. Dalam memilih foto yang akan anda jadikan kartun, sebaiknya pilih foto yang tajam (fokus) dan detil wajahnya terlihat dengan jelas. Foto yang buram, agak kabur, atau yang cenderung gelap, bukanlah pilihan yang bagus. Semakin besar resolusi foto maka akan semakin baik hasilnya.
b. Duplikat layer tsb. Ubahlah nama layer baru tsb menjadi 'asli'. Layer 'asli' bisa anda pakai untuk 'menyimpan' foto aslinya, agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan maka gambar aslinya masih ada.
c. Kuncilah layer ini (klik tombol 'lock all' ), dan matikan visibility-nya.
d. Buatlah layer baru. Ubah namanya menjadi 'background'. Anda akan memakai layer ini sebagai warna latar belakang untuk foto kartun anda. Isilah layer ini dengan warna oranye menggunakan tool Paint Bucket dan letakkan pada posisi paling bawah.
Langkah 2:
a. Pisahkan objek foto yang ingin dikartunkan dari background foto. Hapuslah bagian-bagian foto yang tidak diinginkan. Caranya, seleksi objek dengan menggunakan tool Pen. Dengan tool Pen, buatlah satu path di sekeliling objek, ubahlah path tsb menjadi selection (tombol: ctrl + Enter), inverse selection tsb (tombol: ctrl + shift + i), hapus (tombol: del), kemudian hilangkan garis selection (tombol: ctrl + D).
Langkah 3:
Langkah selanjutnya adalah membuat 'outline' objek foto anda.
a. Duplikat layer 'Layer 0', kemudian ubah nama layer menjadi 'outline'.
b. Lalu masuk menu: Image -> Adjustments -> Shadow/Highlight...
Klik tombol OK.
Langkah yang ini tidak harus Anda lakukan. Namun seringkali langkah ini akan membuat hasil outline anda nantinya menjadi lebih tajam.
c. Pastikan warna di color palette adalah hitam untuk foreground dan putih untuk background. (Ketik 'd' pada keyboard jika warna di color pallete bukan warna default tsb).
d. Ubah gambar menjadi outline dengan menggunakan filter Photocopy.
klik menu: Filter -> Sketch -> Photocopy...
Set 'Detail' ke 3.
Set 'Darkness' ke 8.
Klik tombol 'OK'
Hasil yang diinginkan adalah outline gambar terlihat detil namun tidak sampai menyebabkan outline terlihat 'kotor' penuh bercak hitam.
e. Ubah garis-garis outline menjadi garis hitam solid.
Klik menu: Image -> Adjustments -> Threshold...
Geserlah slider ke kanan dan kiri, sambil dilihat previewnya, sampai preview yang tampil terlihat paling bagus (outline terlihat detil akan tetapi tidak kotor penuh bercak).
Klik tombol OK.
Langkah 4:
Langkah selanjutnya adalah mewarnai badan.
a. Pilih / aktifkan layer 'outline'. Kemudian tekan Ctrl-J untuk menduplikasi layer . Ubahlah nama layer menjadi 'white'.
b. Selanjutnya kita ubah warna layer ini menjadi putih.
Pilih menu: Image :: Adjustments :: Brightnness/Contrast...
Geser slider 'Brightness' hingga mentok kanan (+100) dan slider 'Contrast' hingga mentok kiri (-100).
Klik OK.
Anda akan mendapatkan hasil seperti ini:
c. Pindahkan posisi layer 'white' ke bawah layer 'outline'.
d. Ubah blending mode layer 'outline' menjadi 'Multiply'.
e. Tekan tombol 'd' untuk mengembalikan warna foreground dan background ke default (hitam untuk foreground, dan putih untuk background)
f. Pilih / aktifkan layer 'white' pada Layers Palette.
g. Klik 'Create new fill or adjustment layer' pada bagian bawah Layers Palette. Pada menu popup yang muncul, pilih 'Solid Color...'. Selanjutnya akan muncul kotak dialog 'Color Picker'.
Pada 'Color Picker', pilihlah warna coklat krem (#FAD594). Warna ini akan anda jadikan sebagai warna kulit.
Klik OK
h. Hasilnya seperti ini.
i. Pilih tool 'Paint Bucket Tool' . Klik pada kanvas untuk mengisi layer mask dengan warna hitam.
j. Ubahlah nama layer menjadi 'skin'.
Hasilnya akan seperti ini.
k. Buatlah clipping mask antara layer 'skin' dengan layer 'white'. Tekan Ctrl + alt + G dalam keadaan layer 'skin' sedang aktif / terpilih.
l. Pada 'Layers Palette', klik layer 'outline' sambil menekan tombol Ctrl. Cara ini akan menyeleksi foto anda.
m. Tekan tombol 'x' untuk menukar warna foreground dengan warna background.
n. Pilih tool 'Paint Bucket' , klik pada bagian dalam seleksi di kanvas untuk mengisinya dengan warna putih.
o. Tekan Ctrl + D untuk membatalkan seleksi.
Langkah 5:
Memberikan Shading
Suatu gambar yang 'datar' tidak akan terlihat menarik. Anda bisa memberikan shading pada gambar anda supaya memberikan kesan kedalaman (3 dimensi), caranya:
a. Duplikat layer 'Layer 0', beri nama 'Layer 0 copy', lalu pindahkan layer ini ke atas layer 'outline'.
b. Kaburkan (blur) sedikit layer ini.
Pilih menu: Filter -> Blur -> Gaussian Blur...
Set radius efek blurring ke 4 pixels. Klik Ok
c. Pilih menu: Filter -> Artistic -> Cotout...
Set 'Edge Simplicity' ke 2.
Set 'Edge Fidelity' ke 1.
Klik OK pada kotak dialog Cutout.
d. Ubahlah nama layer 'Layer 0 copy' menjadi 'shade'.
e. Pilih menu: Image -> Adjustments -> Threshold...
Klik tombol OK jika Anda sudah puas dengan hasilnya.
f. Pilih tool 'Magic Wand Tool' pada 'Tools Palette'.
g. Klik pada area berwarna putih pada kanvas.
h. Tekan tombol Delete (pada keyboard) untuk menghapus bagian berwarna putih pada layer 'shade'.
i. Tekan tombol Ctrl + D untuk menghilangkan seleksi.
j. Ubahlah blending mode layer 'shade' menjadi 'Soft Light'.
Ubah opacity menjadi 40%.
Nah, kita sudah selesai dengan shade-nya. Mari kita lanjutkan dengan tint-nya.
Langkah-langkah pembuatan tint pada prinsipnya sama dengan cara pembuatan shade.
k. Pilih / aktifkan layer 'tint'.
l. Pilih menu: Image -> Adjustments -> Threshold...
Geserlah slider ke kiri dan kanan. Bereksperimenlah dengan slider ini sambil terus memperhatikan preview hasilnya.
Klik tombol OK jika Anda sudah puas dengan hasilnya.
m. Pilih tool 'Magic Wand Tool' pada 'Tools Palette'.
n. Klik pada area berwarna hitam pada kanvas.
o. Tekan tombol Delete (pada keyboard) untuk menghapus bagian berwarna hitam pada layer 'tint'.
p. Tekan tombol Ctrl + D untuk menghilangkan seleksi.
q. Ubahlah blending mode layer 'tint' menjadi 'Soft Light'. Ubah opacity menjadi 60% (bereksperimenlah dengan nilai opacity ini sampai Anda mendapatkan hasil yang pas).
Langkah 6:
Langkah selanjutnya adalah pewarnaan.
a. Pilihlah tool 'Paint Bucket Tool' pada Tools Palette (atau tekan tombol 'G').
b. Tekan tombol 'd' untuk mengembalikan warna foreground dan background ke warna defaultnya (hitam untuk foreground dan putih untuk background).
c. Pada Layers Palette, pilih / aktifkan layer 'skin'.
d. Klik 'Create new fill or adjustment layer' pada bagian bawah Layers Palette.
Pada menu popup yang muncul, pilih 'Solid Color...'. Selanjutnya akan muncul kotak dialog 'Color Picker'.
e. Pada kotak dialog 'Color Picker', pilihlah warna biru. Warna ini akan anda pakai sebagai warna baju.
Klik tombol OK
f. Klik kanvas untuk mengisi layer mask baju dengan warna hitam.
g. Ubahlah nama layer menjadi 'baju1'.
h. Buatlah clipping mask antara layer 'baju1' dengan layer 'skin'. Tekan Ctrl + alt + G di saat layer 'baju1' sedang aktif (terpilih).
i. Lakukan lagi langkah-langkah di atas untuk membuat layer-layer untuk warna bibir, mata, iris, dan rambut dll.
j. Setelah layer-layer untuk warna siap, anda dapat mulai mewarnai tiap bagian dari gambar anda.
Mulai dengan mewarnai rambut.
Pilih 'Pencil Tool' pada 'Tools Palette' (atau tekan tombol 'B' pada keyboard).
k. Aktifkan / pilih layer 'rambut(color fill)' pada 'Layers Palette'.
l. Pastikan bahwa warna foreground adalah putih. (Tekan tombol 'X' jika Anda butuh untuk menukar warna foreground dengan warna background).
m. Mulailah mewarnai rambut. Gunakan hard brush dengan opacity diset pada angka 100%. Saat mewarnai pastikan bagian rambut Anda zoom-in agar pewarnaannya rapi tidak keluar dari batas gambar rambut. (Clipping mask yang telah kita buat pada langkah sebelumnya sangat membantu dalam hal ini. Warna yang anda sapukan tidak akan keluar dari objek gambar dan mengotori background)
n. Selanjutnya ulangi step l hingga m untuk mewarnai iris.
Hasilnya seperti ini:















































